Sabtu, 13 April 2013

Fail to Find Part 2

Setelah acara interview itu kelar, semua kandidat pada minta tanda tangan dibuku Merry Riana yg mereka punya, juga minta foto bareng sama gua *eh* Merry Riana. Gua manyun gitu liat mereka, sedih gua belum punya bukunya, wakakakakka..
Yokie Emoticons 75

Emang sih gua uda pengen banget beli bukunya, uda tabung tabung uang, tapi kepake terus, itu juga karena kondisi gua yg ga memungkinkan, yg maybe bakal gua ceritain di lain kesempatan.

Setelah interview itu, kita dikasi waktu 3 hari untuk selesein PR yg dikasi sama MRI. Setelah salto, jungkir balik dan kayang sedikit, maka jadilah tulisan gua itu dan langsung gua kirim ke MRI via email. Tulisannya nanti gua publish juga di next post yah. So, ijinkan gua kelarin dulu cerita ini.

Hari ke 4 after interview, gua dapet email dari MRI. Luar biasanya kagetnya, gua kepilih jadi 3 besar untuk interview diseleksi tahap akhir, ditanggal 11 Februari. Ya ampun, susah banget perjuangannya ternyata. Sampai seleksi aja kudu berkali-kali gini.

5 hari menuju hari interview itu, gua merayakan ulang tahun. Dan make a wish yg gua panjatkan setelah meniup lilin kue adalah.. "Semoga gua diterima kerja di MRI, Amin."

Hari interview itu pun tiba. Gua ketemu lagi dengan Merry Riana dan Pak Alva, tapi kali ini one on one. Sekitar setengah jam kita berbincang, mereka menanyakan rencana 5 tahun kedepan, menjelaskan job desk untuk pekerjaan yg gua lamar, juga memberitahukan besarnya gaji jika gua terpilih. Gua pikir, dihari itu juga akan langsung dipilih 1 dari 3 kandidat yg tersisa, ternyata lagi lagi diluar dugaan. Gua disuru pikirin matang-matang, apakah gua akan menerima pekerjaan tersebut dengan segala konsekuensinya. Dan mereka akan menunggu keputusan gua via email, sampai lusa. 2 kandidat lain pun diberlakukan hal yg sama, dan jika 2 diantara mereka menerima pekerjaan itu juga, maka MRI akan memilih salah satu dari kita ber3. Lagi-lagi status gua digantung, hiks.
Yokie Emoticons 80

3 hari berlalu, 4 hari berlalu, 5 hari berlalu, tak ada kabar apapun. Gua mulai galau dan resah. Setiap hari gua cek email dan berdoa dengan khusyuk sambil berpuasa. 6 hari berlalu, 7 hari berlalu, iman gua mulai ciut, mungkinkah gua ga diterima? Entah kenapa, baru kali ini gua menginginkan sesuatu dengan sangat buruk. Seminggu berlalu, gua memutuskan untuk mengganti permohonan gua, "Tuhan, kalau memang nanti aku gak diterima, tolong besarkan hatiku, Amin."

Hari ke 9, email masuk, dan hasilnya gua ga terpilih, sudah kuduga. Saat baca email itu, seketika itu juga gua menangis. Ya ampun, belum waktunya ternyata.
Gua juga ga ngerti kenapa gua menangis, kecewa tidak, kesel juga tidak, cuma rasanya sedih aja, sampai matapun jadi sembab. Gua memang melankolis, karena itu gua biarkan diri gua larut dalam tangisan, itulah cara terampuh yg akan membuat gua menjadi lebih baik. "Tuhan, ijinkan saya menangis sampai puas, bentar aja, OK!"
Kira-kira setengah jam, gua kuraskan air mata dan habiskan segumpal tisue. Seperti yg gua bilang, setelahnya gua jadi lega dan bisa terima semuanya tanpa beban.

Besokan, temen kantor gua tanya soal kabar dari MRI. Entah kenapa, temen gua itu antusias banget nungguin kabar dari MRI ketimbang gua, hahhaa.
Gua bilang "Udah kok, udah ada kabar."
 Temen gua langsung senyum lebar-lebar dan teriak histeris "Serius? terus terus gimana? Lu diterima?" tanyanya sambil mengguncang-guncangkan bangkunya sendiri.
"Enggak, gua ditolak." *hening* Temen gua langsung merasa gak enak gitu sama gua. "Tapi... Yaudalah, gua gak sedih kok. Mungkin emang belum waktunya."
"Iya jo, lu yg sabar yah. Semangat!" hibur temen gua sambil mengepalkan tangannya ala drama korea.
 "Ia tenang aja. Gua masih bisa coba dilain kali, atau.. Gua bisa coba ditempat lain, at least gua ga akan nyerah untuk coba dibidang gua ini." kata gua sambil nyengir kuda, yihaaa~
"Ia, ayo semangat jo, pasti bisa!"

Gua bermimpi dan tak pernah menyesal telah membuat mimpi.
Orang sukses bukan orang yg tak pernah gagal. Tapi orang sukses adalah orang yg berani terima kegagalan dan tetap berjuang. Semakin sering gagal, semakin kita banyak dapat pelajaran. Semakin sering gagal, semakin kita dekat dengan kesuksesan.
Terima kasih Tuhan buat gagal hari kemarin, itu tandanya sebentar lagi gua akan berhasil. Gagal kemarin mengajarkan gua untuk lebih bersabar, lebih giat, dan harus lebih banyak belajar.

Oya, sebelum gua tutup curcol ini, gua jadi inget sama satu kejadian.

Long long time ago..

Ceritanya gua mau ke suatu tempat yg gua belum pernah datangi sebelumnya, jadi gua cuma tau arah jalannya, tapi gua ga tau sejauh apa jarak yg akan gua tempuh itu.

Saat gua naik angkot, gua memutuskan untuk berhenti diujung sebuah jalan, karena arah yg mau gua tempuh itu lurus, sedangkan angkot yg gua naiki itu mau belok. Jadi daripada gua makin jauh dan jadi nyasar, gua berhenti sebelum terlambat. Setelah mempelajari keadaan, gua berinisiatif untuk mencari halte busway terdekat, karena gua yakin kalau ada busway yg melewati rute jalan yg gua tuju. Gua pun mulai mengawali jalan beberapa meter dibawah terik matahari.

Selangkah demi langkah, setapak demi tapak, belum keringat, belum debu, belum sengatnya matahari, semua lengkap mengiringi perjalanan gua itu. Setiap kali gua lelah berjalan, gua kepikiran untuk "naik ojek aja kali yah", tapi seringkali juga gua berontak dan memaksa kaki untuk terus berjalan, dengan keyakinan kuat bahwa "Pasti halte buswaynya udah deket deh".
Sepanjang perjalanan itu, gua bergumul dalam diri, antara mau naik ojek sampai halte busway atau tetep jalan sampai halte? Bukannya pelit yah, cuma gua tuh penasaran banget sama apa kata feeling gua.

1 lampu merah, 2 lampu merah uda gua lewati, ternyata tanpa sadar gua jalan udah sangat jauh dari yg gua kira, dan gua belum juga nemuin haltenya. Akhirnya gua nyerah dan menyetop mikrolet yg kebetulan lagi lewat disamping gua. Pas gua naik dan duduk, belum ada 5 menit dimikrolet, halte busway itu udah kelihatan, dan gua terpaksa turun dari mikrolet yg baru gua naiki. Gua nyesel, kenapa gua menyerah secepat itu, padahal dikit lagi gua sampai, coba aja gua bisa lebih sabar. Yokie Emoticons 34

Setelah kejadian itu, gua belajar untuk selalu berusaha memperjuangkan apa yg udah gua jalani. Gua gak mau jalan setengah-setengah!! Meski gua gak tau seberapa jauh jarak yg akan gua tempuh, tapi selama gua tau arahnya, gua pasti gak akan nyasar.

Sometimes in life, i just think "Yes, One step closer to find it!"
And then i realize, that i need a lot more step to achieve it.
Sometimes we lose, sometimes we win. 
Be tough, be strong, be patient, always pray, never give up. God will make a way.


thank you for reading~


Tidak ada komentar:

Posting Komentar